Postingan

Daya Aktif Daya Reaktif dan Daya Total

Gambar
Jika kita mencari penjelasan di google mengenai daya aktif, reaktif, dan daya total tak jarang disuguhi gambar seperti di atas. Sebenarnya apa sih Daya Aktif, reaktif, dan Daya Total itu? Apakah penggambaran yang seperti itu sudah tepat? Berikut penjelasannya secara sederhana. Daya aktif atau disebut juga daya nyata adalah daya yang dibutuhkan untuk menjalankan alat listrik. ingat ya: semua alat yang pakai listrik itu perlu daya aktif, tidak hanya peralatan yang bersifat pemanas atau resistif murni saja. Bahkan kalau kamu beli kipas angin, AC, motor listrik, dan alat listrik lain yang jelas kelihatan kalau alat itu bersifat induktif pasti dalam spesifikasinya ada daya aktif dan ada cos phi. Karena memang semua peralatan itu pasti butuh daya aktif untuk bekerja. Bahkan trafo pun memerlukan daya aktif. Buktinya: tidak ada trafo yang memiliki efisiensi 100%. Besarnya nilai daya aktif ini dipengaruhi oleh komponen bersifat resistif dari peralatan listrik tersebut. Simbol daya aktif adalah ...

Kenapa Listrik AC Pakai Istilah Fasa Netral, Listrik DC Pakai Istilah Positif Negatif

Gambar
Tahukah teman2: kenapa di sistem AC menggunakan istilah fasa dan netral, sedangkan dalam sistem DC menggunakan istilah positif dan negatif? Lalu apa perbedaan antara kutub negatif, netral, dan com (pada alat ukur)? Bukankah semuanya memiliki fungsi yang sama, yaitu jalur arus balik? Begini penjelasannya. Com pada alat ukur, sejatinya adalah titik referensi untuk alat ukur tersebut. Maksudnya begini: misal kita mengukur tinggi badan, tentu mengukurnya dari ujung kepala sampai ujung kaki kan? Misalkan saat itu posisi orangnya sedang berdiri di atas meja, maka mengukurnya ya dari ujung kepala sampai atas meja. Bukan dari kepala sampai tanah. Dalam hal ini meja adalah referensi, atau com dalam proses mengukur tinggi badan. Sama seperti listrik: ngukurnya ya dari ujung probe satu, terhadap ujung probe satunya yang terhubung ke com. Dalam sistem AC kita hanya mengenal 1 referensi, yaitu netral. Secara normal bagian ini bernilai 0 volt. Sedangkan sumbu satunya disebut fasa. Nilai fasa ini ber...

Impossible Jadi I'm Possible

Gambar
Tulisan dengan judul kayak gini biasanya tentang motivasi. Bisa dari segi psikologi, success story, dan sebagainya. Tapi disini saya bahas yang ringan saja, yaitu soal matematika y = (x²-100)/(x-10) Sekilas fungsi itu terlihat biasa saja:  saat x = 0, nilai y = 10;  saat x = 1, nilai y = 11; saat x = 2, nilai y = 12, dst. Masalah muncul saat nilai x = 10, karena menghasilkan ekspresi 0/0. Seperti yang kita tahu bahwa ekspresi ini memberikan hasil "undefined" alias tidak terdefinisi. Tapi tunggu, saat kita menuliskan rumus itu di aplikasi bantu hitung matematika (wolframalpha, geogebra, mathematics, dsb) saat nilai x = 10 digambarkan nilai y ada di angka 20. Kok bisa? Gambar di postingan ini adalah contoh hasil tangkapan layar aplikasi geogebra. Teman2 bisa coba di aplikasi lain, pasti hasilnya sama. Ternyata jika kita hitung saat x = 9, nilai y = 19; saat x = 11, nilai y = 21. Nah artinya saat x = 10 nilai y = 20 dong? Ternyata enggak juga. Wolfram alpha dengan tegas menyatak...

Permasalahan yang Timbul saat Merangkai 3 Trafo Distribusi 1 fasa Menjadi Trafo 3 Fasa

Gambar
Seperti yang pernah saya tuliskan sebelumnya, bahwa 3 trafo distribusi 1 fasa dapat dirangkai untuk menggantikan trafo 3 fasa. Jika belum tahu, bisa dibaca disini . Dalam tulisan tersebut juga sudah disebutkan salah satu masalah yang yang pernah kami alami dalam mengoperasikan rangkaian 3 trafo 1 fasa. Apakah hanya ada satu masalah yang bisa terjadi? Tentu saja tidak. Berikut kami jelaskan beberapa masalah yang bisa terjadi dan pernah kami alami selama merangkai 3 trafo 1 fasa. 1. Penamaan Terminal Sekunder Trafo Tidak Seragam Seperti yang kita tahu, trafo distribusi 1 fasa ada yang memiliki 3 terminal sekunder dan ada yang memiliki 4 terminal sekunder. Agar bisa dirangkai, maka kita harus menggunakan jenis 4 terminal sekunder. Namun jika kita jeli, maka ada perbedaan dalam penamaan terminal sekundernya, seperti diperlihatkan pada gambar 1 dan gambar 2 berikut: Gambar 1. Urutan X1, X2, X3, X4 Gambar 2. Urutan X1, X3, X2, X4 Ini sebenarnya hal sepele, namun jika tidak diperhatikan bis...

Tegangan Turun = Arus Naik? Benarkah?

Gambar
Dalam kehidupan kita sebagai engineer, sudah umum rasanya jika ada orang berpendapat bahwa saat tegangan ngedrop maka arus akan naik. Hal ini tidak salah, meskipun tidak juga selalu benar. Pernah dilakukan simulasi terkait hal ini dengan menggunakan software ETAP, kami tampilkan pada gambar berikut: Gambar 1. Beban lump saat tegangan diturunkan Gambar 2. Beban statik saat tegangan diturunkan Pada gambar 1 kita lihat bahwa saat tegangan diturunkan (awalnya di kiri 20 kV, menjadi kanan 18 kV) arus akan naik (dari 76.8 Ampere menjadi 82.4 Ampere). Namun pada gambar 2 terlihat bahwa saat tegangan diturunkan, arus juga ikut turun (dari 75.1 A menjadi 67.6 A). Kenapa perlakuan yang sama bisa menimbulkan reaksi yang berbeda? Hal ini karena jenis beban yang dipakai berbeda. Gambar 1 menggunakan beban lump (gabungan antara motor dan statik), sedangkan gambar 2 menggunakan beban statik murni. Memang umum rasanya jika kita melihat atau mendengar ada orang yang mengeluh saat ...

Beda Potensial, Beda Fasa, dan Beda Sudut Fasa

Gambar
Alhamdulillah hari ini tepat di tanggal 16 Ramadhan 1441 H kepikiran untuk kembali menulis di blog. Kali ini kita akan membahas sedikit hal yang mungkin pernah kita jumpai dalam dunia listrik. Bukan hal yang populer sih, tapi tetap perlu untuk kita ketahui. Yaitu mengenai 3 hal yang mengandung kata "beda", yaitu:  1. Beda Potensial  2. Beda Fasa  3. Beda Sudut fasa   Oke, kita bahas satu per satu:    1. Beda Potensial   Untuk membahas ini, kita perlu paham dulu yang namanya potensial listrik. Secara sederhana bisa dikatakan bahwa potensial listrik adalah besarnya muatan listrik yang terkandung dalam suatu titik / benda. Satu titik dengan yang lain bisa jadi memiliki potensial listrik yang berbeda, hal ini berpotensi terjadi aliran listrik dari titik yang memiliki potensial tinggi ke potensial yang lebih rendah. Aliran semacam ini disebut arus listrik. Perhatikan gambar 1.1. Gambar 1.1. Beda potensial   Dari ga...

Merangkai 3 Trafo 1 Fasa Menjadi 1 Trafo 3 Fasa

Gambar
Setelah kita memahami pengoperasian trafo 1 Fasa di wilayah Jateng - DIY (bagi yang belum tahu, silahkan baca DISINI ), kali ini kita akan membahas mengenai pengoperasian 3 trafo 1 Fasa untuk dirangkai menjadi 1 trafo 3 fasa. Ini biasanya dilakukan dalam keadaan darurat. Misalkan ada 1 trafo 3 fasa kapasitas100 kVA rusak, tapi di gudang hanya ada trafo 1 Fasa 50 kVA. Kita bisa merangkai 3 trafo 1 Fasa tersebut menjadi trafo 3 fasa 150 kVA. Untuk menjamin apa yang kita lakukan pasti berhasil, trafo yang akan dirangkai harus memenuhi syarat sebagai berikut: 1. Memiliki 4 terminal sekunder 2. Memiliki angka lonceng / jam vektor yang sama (kita pakai Ii0) Pertama kita review dulu: trafo distribusi 1 Fasa dapat dioperasikan dengan 2 cara, yaitu secara bank dan secara normal. Karena kita akan mengganti trafo 3 fasa 100 kVA, maka trafo 1 Fasa 50 kVA harus dioperasikan kapasitas penuh, sehingga harus menggunakan rangkaian bank. Oke. Langsung saja kita bicarakan teknisn...